[Percakapan] Tentang Kebakaran Hutan Indonesia 2015

Image source : www.google.com

Sore ini terjadi percakapan yang menarik antara kedua teman saya. Rasanya ingin sekali mengabadikannya. Jadi saya tulis plek 100% , berikut percakapannya.

Hhh

M : Ndy, bener gak para perusahaan kelapa sawit bakar2 juga?

A : Kl untuk lahan sawit bru bisa jd mereka gunakan cara bakar krn bisa lebih murah biaya jd setelah dibakar mereka tinggal dorong pakai dozer secara pohonnya sudah rapuh.
Kl perusahaan yg betul biasanya dia masuk sebagai perusahaan kayu dulu jd setelah di tebang baru masuk perusahaan bru tp masih 1 group untuk ditanamin sawit… setelah diambil kayu nya.
Perusahaan yg sudah berjalan biasa gak mungkin dia membakar lahan krn pasti lahan nya terbakar dia bisa rugi… banyak… pohon nya mati…
Kl untuk kota sepertidi plangka raya n banjarmasin biasanya itu lagan gambut yg dibakar masyarakat disini sawah nya seperti padi gogo tidak ada perairan yg bagus seperti dijawa makanya saat kemarau mereka panen setelah itu mereka bakar lahannya bru nanti kalau musim hujan datang mereka baru menanam lagi…N untuk lahan gambut sangat susah sekali untuk dipadamkan karena api bisa masuk kedalam tanah…

M : Jd yg di Palangka yg terbesar adl lahan gambut yg terbakar ya, Trus pembuatan kanal itu efeknya apa ya?

A : Dengan kanal sih bisa aja tp tetep lahan nya gak bisa digunakan secara maksimal yg tanaman kayu kk disini disebut kayu galam untuk bangun pondasi rumah dll
Kl buat sawit hasil nya kurang bagus, terutama untuk pohonnya pasti tidur tidak bisa tegak kuat dan buah nya biasanya susah diambil kl didalam karena tanah nya lembek tidak kuat untuk gerobak ambil buah sawit di dalam.

M : Gitu ya Ndy…Kan ada isu boikot produk2 APP dan Wilmar krn mereka dituding penyebab utama. Tuduhan itu bener gak?

A : Kl dr segi cuaca memang saat ini elnino paling parah setelah 97, gw masih inget danau jambore aja sampe kering dlu.
Nah kl dr segi tanaman, sawit saat dia membuka lahan pasti dia mengorbankan hutan yg selama ini bisa menahan sinar matahari agar tidak sampai ke tanah sinarnya karena ke lebatan hutan tersebut.
Nah kl de dibuka otomatis tanah nya menjadi kering dan mudah terbakar terutama dr pohon dan daun yg mengering. Tanamana sawit sama sepeti kelapa biasa daunya tidak bisa menahan sinar matahari dan tumbuhan nya berjarak 5×5 atar pohonya makanya juga sinarnya tidah bisa dihalangi pleh daun kelapa sawit itu.

M : Oiya ya…bener2.

A : Tuj tanaman yg ada dibawahnya biasanya pohon kacang kacangan yg merambat trus kalau di potong daunya pasti dataruh disekitar pohon sawit nya n tandan or buah yg sudah diolah jd minyak cpo atau ampas kelapanya akan dibuang disekitar pohonnya sebagai pupuk…
Balik lagi krena cuaca kemarau seperti ini jd semua yg ada ditanah sekitar pohon sawit tersebut menjadi mudah terbakar.
Kalau mau menyalahkan perusahaan yg telah berjalan jgn salahkan dia membakar salahkan dia krn tidak bisa menjaga kebakaran itu lebih masuk akal…
N juga pohon sawit tu usia nya sampai 25 tahun baru dia ditebang lagi, nach kl pas lagi ditebang itu dia potonganya masih disekitar situ n kemarau bisa juga itu yg terbakar…

M : I see…mantapppp. Sangat jelassss. Jd seharusnya mereka bertanggung jawab mengelola kebakaran ya.I see. Setelah 25thn butuh jeda berapa lama ya sblm bisa ditanam kembali? Apakah cara membakar dipilih dengan sengaja utk “membersihkan” lahan?

A : Setelah 25 tahun akan ditanam lagi, jedanya biasanya tergantung perusahaanya seharusnya bgitu ditebang tanah nya diolah dlu bru ditanam pohon baru dan untuk pphon baru dia baru bisa dipanen saat umur 4 tahun jd sekitar itu tanah nya ptomatis lebih terpapar oleh sinar matahari bisa jd terbakar lgi…
Jd muter2 sumbernya ya akibat dr kemarau.

M : I see. Okay2.
Thank you utk semua infonya. Gw jd bisa melihat dr perspektif yg berbeda.